BerandaPeristiwaElton Hotman Klarifikasi: Air Mata Polemik Klenteng di Binjai

Elton Hotman Klarifikasi: Air Mata Polemik Klenteng di Binjai

Binjai, AuraIndonesia | Suasana di sekitar Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai masih terasa tegang. Setelah viralnya polemik warga yang menggruduk tempat ibadah itu, Ketua Pengurus Klenteng, Elton Hotman, akhirnya angkat bicara. Ia berdiri tenang, namun raut wajahnya menyimpan kelelahan emosional akibat tudingan yang beredar.

Elton Hotman menegaskan kejadian bermula usai sembahyang dan open house Imlek 2026 Klenteng Thai Seng Hut Co. Malam itu, acara dilakukan setelah waktu tarawih, sekitar pukul 22.30 WIB. Kegiatan hanya berlangsung sekitar 20 menit. Ada makan bersama dan petasan tradisi. Tidak ada pesta panjang, tidak ada hiburan hingga subuh seperti yang dituduhkan.

Elton Hotman menjelaskan pihak klenteng telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat setempat sebelum acara. Ia menyebut nama Aidil Lubis sebagai pihak yang mengetahui rencana kegiatan. Karena itu, ia mengaku sangat menyesalkan kabar viral yang menyebut adanya musik DJ hingga pagi dan praktik perdukunan.

Elton Hotman merasa terpukul. Klenteng itu telah berdiri selama lima tahun tanpa konflik berarti. Ia mengatakan tudingan tersebut tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan. Baginya, tuduhan itu bukan sekadar berita keliru, tetapi melukai perasaan umat yang sedang beribadah.

Situasi memanas ketika sekitar pukul 23.00 WIB sekelompok orang datang beramai-ramai ke lokasi. Menurut pengurus, mereka bukan warga Lingkungan 4 tempat klenteng berdiri, melainkan dari Lingkungan 3 yang bertetangga. Kedatangan mereka membuat suasana ibadah berubah tegang.

Kesaksian warga sekitar memperkuat bantahan pengurus. Dua warga yang diwawancarai menyebut informasi viral di media elektronik sebagai fitnah yang terkesan memojokkan klenteng. Mereka juga menyebut adanya upaya menerobos masuk oleh sebagian warga bersama kepala lingkungan setempat, Nurlela Saragih, untuk melarang petasan tradisi.

BACA JUGA  Selingkuh Berkali-kali, Senator SA Harus Dipecat!

Warga berharap kejadian serupa tidak terulang. Mereka meminta masyarakat menghormati tempat ibadah sebagai ruang sakral. Mereka juga berharap pemerintah setempat memberi perhatian pada norma adat etnis Tionghoa, terutama saat perayaan keagamaan.

Malam yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi malam penuh kegelisahan. Di tengah sisa aroma dupa dan bekas kertas petasan, satu pesan tersisa: perbedaan tradisi seharusnya dirayakan dengan saling menghormati, bukan kecurigaan. (Tim)

Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini