Tapteng, AuraIndonesia | Rehabilitasi sawah Tapteng menjadi secercah harapan baru bagi petani yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Senin (12/1/2025), Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi meninjau langsung lokasi rencana groundbreaking rehabilitasi lahan persawahan di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Di hamparan sawah yang rusak, jejak bencana 25 November 2025 masih terasa. Tanah yang dulu subur berubah menjadi lumpur. Saluran air terputus. Aktivitas bertani terhenti. Namun hari itu, kehadiran pemerintah membawa kembali harapan yang sempat padam.
Rehabilitasi sawah Tapteng ini turut ditinjau Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Anny Mulyani, Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, serta Direktur Penyediaan Lahan Pertanian Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Geloria Merry Karolina Ginting, S.P., M.M. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum rehabilitasi dimulai.
Wakil Bupati Mahmud Efendi menegaskan, kegiatan ini bertujuan mempercepat pemulihan sektor pertanian. Ia berharap petani bisa kembali beraktivitas dan produksi pangan berangsur pulih. Sawah bukan hanya lahan, tetapi sumber hidup bagi banyak keluarga di Tapteng.
Dalam kesempatan itu, Mahmud Efendi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Ia menyebut, perhatian pemerintah pusat menjadi kekuatan besar bagi petani yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
Groundbreaking rehabilitasi sawah Tapteng direncanakan berlangsung pada Kamis (15/1/2025). Kegiatan ini menjadi tanda resmi dimulainya perbaikan lahan sawah di Kelurahan Bona Lumban yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Selain meninjau lahan persawahan, rombongan juga mengunjungi sumber air irigasi Aek Siaili di Kelurahan Bona Lumban. Saluran irigasi tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir. Pemerintah menegaskan perbaikan harus segera dilakukan agar air kembali mengalir ke sawah petani.
Turut hadir dalam peninjauan ini Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdakab Tapteng Boy Rahman Hasibuan, S.IP, M.AP, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapteng Jinto Siburian, SP, Kepala Dinas PUPR Tapteng Jusmar Efendi Simamora, ST, MT, Camat Tukka Yan Munzir, S.Sos, serta tim dari Kementerian Pertanian.
Di tengah lumpur dan bekas terjangan alam, rehabilitasi sawah Tapteng menjadi simbol kebangkitan. Dari tanah yang rusak, harapan baru ditanam. Petani menunggu hari di mana sawah kembali hijau dan kehidupan berjalan seperti sediakala. (Ast)




