Medan, AuraIndonesia | Mudik Lebaran 2026 aman menjadi pesan utama yang menggema di Pos Blok Medan, Jalan Balai Kota, Jumat (20/3/2026) malam. Di tengah suasana hangat namun penuh kewaspadaan, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mendampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan pengamanan Idulfitri 1447 H.
Malam itu bukan sekadar seremoni. Di balik lampu-lampu kota Medan, ada kerja besar memastikan jutaan orang pulang dengan selamat, bertemu keluarga tanpa rasa cemas.
Kegiatan diawali dengan konferensi video bersama jajaran kepolisian se-Indonesia. Dalam arahannya, Kapolri menegaskan komitmen kuat seluruh aparat. Ia menginstruksikan sinergi Polri dan TNI dengan satu tujuan yang sederhana namun bermakna: “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Mudik Lebaran 2026 aman bukan hanya slogan. Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan langkah konkret. Wagub Surya memaparkan tiga jalur utama yang menjadi tulang punggung arus mudik: Lintas Barat, Lintas Tengah, dan Lintas Timur.
Di saat yang sama, tantangan pascabencana tak diabaikan. Sebanyak 263 titik longsor, 19 titik jalan putus, dan 65 titik jalan amblas telah ditangani secara darurat. Upaya ini menjadi bukti bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama.
Ruas Simpang Rampa – Sibolga via Batu Lubang kini kembali terhubung dengan sistem buka-tutup. Namun, demi keamanan, pemudik dari Tarutung menuju Sibolga disarankan melalui jalur alternatif via Poriaha. Sebanyak 13 lokasi prioritas juga telah menyelesaikan Detailed Engineering Design (DED) untuk segera direhabilitasi permanen.
Mudik Lebaran 2026 aman juga diwujudkan melalui fasilitas transportasi. Pemerintah menyediakan ribuan kursi mudik gratis. Kereta api melayani rute Medan–Rantauprapat dan Medan–Tanjungbalai dengan total 1.380 kursi.
Bus disiapkan untuk enam rute utama seperti Gunung Tua, Padangsidimpuan, hingga Barus dengan total 2.874 kursi. Moda laut pun tersedia untuk rute Belawan–Batam dan Sibolga–Gunungsitoli. Selain itu, ratusan bus AKAP dan ribuan bus AKDP disiagakan untuk mengangkut pemudik.
Tak hanya itu, enam jembatan timbang di Sumut dialihfungsikan menjadi rest area. Tempat istirahat ini diharapkan menjadi ruang jeda bagi pemudik yang lelah, agar perjalanan tetap aman.
Kapolri mengungkapkan, arus mudik telah mulai meningkat sejak 18 Maret, dengan kenaikan volume kendaraan sebesar 4,26% dibandingkan tahun lalu. Puncak arus balik diprediksi terjadi mulai 24 Maret 2026.
Di tengah peningkatan mobilitas, kabar baik datang dari penurunan angka fatalitas kecelakaan hingga 24,61%. Meski demikian, Kapolri tetap mengingatkan pemudik agar tidak lengah.
“Manfaatkan rest area dan pos terpadu untuk beristirahat. Jangan terburu-buru yang justru membahayakan keselamatan,” pesannya.
Ancaman cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius. Polri bekerja sama dengan BMKG dalam operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor di jalur mudik.
Pengawasan juga diperluas ke lokasi wisata, khususnya wisata air. Kapolri mengimbau pengelola memastikan alat keselamatan tersedia dan jumlah pengunjung tidak melebihi kapasitas.
Untuk mengurai kepadatan arus balik, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret. Selain itu, pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas diberlakukan hingga 29 Maret.
Menjelang akhir kegiatan, suasana menjadi lebih khidmat. Personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dilepas untuk bertugas. Mereka akan berjaga di titik-titik rawan Kota Medan, menjadi garda terdepan keselamatan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa, Wali Kota Medan Rico Waas, serta Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan.
Di balik semua persiapan ini, ada harapan sederhana yang ingin diwujudkan: setiap perjalanan berakhir dengan pelukan hangat di kampung halaman. (Diskominfo Sumut)




