Pandan, AuraIndonesia | Seleksi PASKIBRAKA Tapteng 2026 menjadi momen penuh harapan bagi ratusan pelajar yang ingin mengabdi kepada bangsa. Sebanyak 146 siswa-siswi terbaik dari berbagai sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah memadati Aula STPK Matauli Pandan, Senin, 6 April 2026.
Seleksi PASKIBRAKA Tapteng 2026 tidak sekadar ajang seleksi biasa. Di balik barisan peserta, tersimpan mimpi besar untuk berdiri tegap mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat kabupaten.
Suasana aula terasa khidmat. Para peserta dari SMA, SMK, dan MA sederajat tampak serius mengikuti setiap tahapan. Mereka datang membawa semangat, harapan, sekaligus tekad untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tapteng, Drs. Binsar Tua H. Sitanggang, MSP. Turut mendampingi Kepala Badan Kesbangpol Tapteng, Budi Joniar H. Siahaan, SE, MM.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekdakab, ditegaskan bahwa PASKIBRAKA bukan sekadar pengibar bendera. Program ini merupakan bagian penting dari kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
“PASKIBRAKA adalah calon pemimpin masa depan yang harus mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan.
Penegasan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, Paskibraka memiliki peran strategis sebagai kader bangsa yang dipilih melalui proses seleksi bertahap dan berjenjang.
Seleksi PASKIBRAKA Tapteng 2026 juga menjadi ruang pembentukan karakter. Para peserta didorong untuk menjadi generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa satria.
Namun, tidak semua akan terpilih. Sekdakab Tapteng mengingatkan agar para peserta tetap tegar menghadapi hasil seleksi.
“Jika belum terpilih, jangan berkecil hati. Jadikan ini pengalaman berharga untuk menghadapi kesempatan lain,” pesannya dengan nada penuh motivasi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Tapteng, Budi Joniar H. Siahaan, dalam laporannya menyampaikan bahwa 146 peserta yang mengikuti seleksi telah melalui tahap administrasi yang ketat.
Dari jumlah tersebut, terdiri dari 91 putra dan 54 putri yang berasal dari 27 sekolah di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa. Mereka adalah putra-putri terbaik yang siap bersaing secara sehat.
Seleksi PASKIBRAKA Tapteng 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai kebangsaan.
Di balik seragam sekolah yang mereka kenakan hari itu, tersimpan mimpi sederhana namun penuh makna: mengibarkan bendera merah putih dengan penuh kehormatan, untuk Indonesia. (Ast)




