BerandaHukumJeritan Warga Batang Toru: Diduga Jual Solar Subsidi ke Mafia, SPBU Ini...

Jeritan Warga Batang Toru: Diduga Jual Solar Subsidi ke Mafia, SPBU Ini Bikin Rakyat Antre Panjang

Tapanuli Selatan, AuraIndonesia | Riuh rendah suara mesin mobil bersahut-sahutan di Jalan Batang Toru-Sibolga (Aek Pining), Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Namun, keriuhan pada Minggu (24/5/2026) itu bukanlah tanda geliat ekonomi yang sehat, melainkan potret keputusasaan warga yang harus mengantre panjang demi mendapatkan tetesan solar subsidi.

Di tengah peluh masyarakat yang mengular, SPBU No 14.227.331 Batang Toru justru diduga kuat sedang ‘bermain’ dengan mafia bahan bakar minyak (BBM). Pemandangan menyakitkan terlihat jelas ketika operator SPBU dengan nekat menjual solar subsidi pemerintah secara terang-terangan kepada para pelaku penimbunan.

Kesedihan warga kian memuncak saat melihat deretan jerigen dan mobil-mobil yang telah dimodifikasi bebas melenggang mengisi BBM. Kendaraan raksasa hasil modifikasi tersebut diperkirakan mampu menampung hingga 2.000 liter solar subsidi dalam sekali pengisian, merampas hak masyarakat kecil yang membutuhkannya.

Modus Pembelian Berulang yang Merugikan Negara

Diduga kuat menjual solar subsidi, pihak SPBU nakal ini bekerja sama dengan oknum petugas untuk memuluskan aksi para mafia. Modus operandi yang digunakan adalah melakukan pembelian berulang kali menggunakan kendaraan modifikasi tersebut untuk menimbun stok solar.

Setelah ditimbun, BBM yang menjadi hak rakyat miskin ini akan dijual kembali dengan harga tinggi ke pihak industri atau pengecer. Praktik culas ini diperkirakan telah merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah, sekaligus melumpuhkan roda perekonomian warga lokal akibat kelangkaan solar yang berkepanjangan.

“Baru dua hari ini ada tim audit datang menyidak SPBU ini, tetapi praktik penjualan kepada para mafia BBM bersubsidi kembali terjadi,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa yang mendalam kepada awak media.

Sorotan Tajam ke Penegak Hukum yang Diam Seribu Bahasa

BACA JUGA  Team Basket Bhayangkara Polda Sumut Siap Berlaga di Kapolri Cup 2025

Penegak hukum diduga kuat masih lemah dalam mengawasi pendistribusi BBM bersubsidi kepada masyarakat di wilayah ini. Sorotan tajam kini mengarah langsung kepada Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., serta jajarannya yang dinilai bertanggung jawab penuh atas situasi ini.

Sejumlah awak media yang tergabung dalam Organisasi Pers (MOSI) kini gencar meminta pertanggungjawaban dari pihak kepolisian. Awak media menduga adanya ketidakprofesionalan dari Kapolres AKBP Yon Edi Winara dalam mencegah pergerakan mafia BBM yang nyata-nyata telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat.

Kini, masyarakat Kecamatan Batang Toru hanya bisa menggantungkan harapan besar mereka kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. Warga bersama media mendesak Kapolda dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk segera turun tangan menindak tegas mafia dan SPBU 14.227.331 Batang Toru sebelum ruang gerak ekonomi rakyat kecil benar-benar mati total. (Tim)

Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini