Medan, AuraIndonesia | Suasana hangat di Restoran Kembang, Jalan Sisingamangaraja, Medan, mendadak berubah serius pada Selasa (30/6/2026). Ketua Asosiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Sumatera Utara, Sunardri, ST, berdiri membawa pesan penting. Nada suaranya bergetar penuh harap, menyuarakan sebuah kecemasan sekaligus ajakan demi melindungi nasib masyarakat luas.
APVA Sumut secara tegas mengimbau seluruh pemilik usaha money changer (tempat penukaran uang asing) di wilayahnya untuk taat aturan.
Sunardri mendesak semua anggota asosiasi agar senantiasa mematuhi regulasi terbaru dari Bank Indonesia (BI). Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah perjuangan demi menciptakan industri penukaran uang yang tertib dan profesional.
“Kami mengajak seluruh anggota APVA Sumatera Utara untuk bersama-sama mendukung langkah pemerintah dan Bank Indonesia,” ujar Sunardri dengan penuh komitmen.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan ini sangat krusial demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menciptakan bisnis yang transparan. Bagi APVA, setiap rupiah yang ditukarkan secara ilegal adalah ancaman nyata bagi ekonomi bangsa.
Kepatuhan terhadap regulasi bukan hanya kewajiban pengusaha, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Masyarakat diminta bertransaksi hanya di tempat penukaran uang yang sudah memiliki izin resmi. Imbauan ini disampaikan dengan penuh rasa kepedulian agar warga terhindar dari kerugian dan praktik usaha penipu yang tidak sesuai aturan. Transaksi di tempat resmi akan memberikan kepastian hukum dan keamanan total bagi setiap konsumen.
“Dengan demikian, masyarakat memperoleh rasa aman dan perlindungan sebagai konsumen,” kata Sunardri mengingatkan.
Rasa aman masyarakat adalah prioritas utama yang harus diperjuangkan oleh para pelaku usaha valuta asing di Sumatera Utara.
Industri penukaran valuta asing di Sumatera Utara diharapkan bisa tumbuh menjadi sektor yang semakin kredibel dan profesional. Melalui kepatuhan ketat pada aturan Bank Indonesia, iklim usaha yang sehat akan tercipta. Pada akhirnya, kerja keras ini bermuara pada satu tujuan mulia: memberikan pelayanan terbaik yang jujur bagi seluruh masyarakat dan mendukung stabilitas ekonomi nasional. (JP)




