Medan, AuraIndonesia | Pahlawan Swasembada Pangan di tengah garangnya terik matahari dan dinginnya tanah lumpur, jemari keriput para petani Sumatera Utara terus bekerja tanpa lelah. Keringat yang menetes di atas tanah sawah adalah bukti nyata bahwa piring-piring nasi di meja makan kita tidak terisi dengan sendirinya.
Lebih dari 2,42 juta jiwa menyandarkan hidup dari sektor ini. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang memegang peranan sangat besar bagi perekonomian daerah.
Swasembada pangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan janji hidup layak bagi para pejuang tanah. Langkah nyata ini dipertegas pada Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Sumatera Utara Periode 2026–2031. Bertempat di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (9/9/2026), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memanggil HKTI untuk berjuang bersama merangkul dan menyejahterakan para petani.
“HKTI harus terus hadir sebagai rumah besar petani, menjadi wadah yang memperkuat kapasitas, memperluas kesempatan, menyuarakan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi,” tegas Wakil Gubernur Sumut, Surya.
Potensi Besar Hasil Bumi dan Tantangan Pangan Sumatera Utara
Sektor pertanian menyumbang angka sangat besar, yakni 25,88% bagi ekonomi Sumatera Utara. Berdasarkan data prakiraan Kerangka Sampel Area periode Januari–September 2026, hasil panen padi mencapai sekitar 1,96 juta ton gabah kering giling dari luas lahan 372.938 hektare. Sementara itu, panen jagung melimpah hingga 949 ribu ton dan berhasil mengalami surplus lebih dari 74 ribu ton dari total kebutuhan warga.

Bumi Sumatera Utara juga kaya akan hasil perkebunan melimpah seperti kelapa sawit (7,95 juta ton), karet (310 ribu ton), kopi arabika (77,7 ribu ton), hingga kakao (37,3 ribu ton). Namun, rasa haru terasa saat kita melihat kenyataan bahwa pasokan bawang merah baru terpenuhi 63,8%, sedangkan bawang putih dan kedelai masih harus mendatangkan dari luar daerah. Tantangan inilah yang harus diselesaikan agar petani lokal bisa mandiri di tanahnya sendiri.
Harapan Regenerasi Petani Muda demi Masa Depan Tanah Air
Rasa khawatir membayangi masa depan pertanian karena mayoritas petani kita kini sudah lanjut usia. Lewat layar Zoom, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding mengingatkan pentingnya melahirkan generasi penerus agar sawah dan ladang tidak telantar di masa depan.
“Kalau kita tidak merencanakan dengan baik, ke depan tidak ada lagi yang bekerja di sektor pertanian. Karena itu, harus disiapkan kader petani muda, petani milenial, termasuk melalui magang agribisnis pertanian,” ujar Abdul Kadir Karding.
Penguatan Akar Rumput dan Komitmen Bersama untuk Petani
Sejak lahir pada tahun 1973, HKTI yang kini berusia 53 tahun terus berdiri membela rakyat kecil. Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir menekankan bahwa kekuatan terbesar organisasi ini berada pada kelompok tani di tingkat desa. Hal senada disampaikan oleh Ketua DPD HKTI Sumut terpilih, Gus Irawan Pasaribu, yang siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memajukan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, dan kopi.
Struktur Kepengurusan DPD HKTI Sumut Periode 2026–2031:
- Ketua DPD: Gus Irawan Pasaribu
- Sekretaris: Muhammad Syah
- Bendahara: Kamsir Aritonang
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting daerah, mulai dari Sultan Deli ke-14 Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam, para wakil bupati dan wakil wali kota se-Sumut, anggota DPRD, hingga pengurus 32 DPC HKTI se-Sumut. Momen pelantikan ini menjadi titik balik penting untuk memastikan tidak ada lagi petani yang merasa berjuang sendirian di atas tanahnya sendiri. (RL/MR)




