Deli Serdang, AuraIndonesia | Aroma harum minyak wangi khas ibadah bercampur udara sejuk siang itu di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Namorambe. Di dalam Musholla Ar-Ridho yang sederhana namun bersahaja, puluhan pasang mata menatap ke depan dengan takzim. Ada rasa haru yang mendalam menggelayut di dada setiap orang yang hadir pada hari Minggu, 13 Juli 2026.
Hari itu bukan sekadar hari libur biasa. Hari itu adalah tonggak sejarah baru yang menggetarkan hati warga setempat, di mana pengurus Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Ar-Ridho Periode 2026–2030 resmi dilantik untuk mengemban amanah suci selama lima tahun ke depan.
Momen Bersejarah yang Menguras Emosi
Pelantikan BKM Ar-Ridho Namorambe kali ini terasa sangat istimewa dan berbeda dari biasanya. Untuk pertama kalinya selama kepemimpinan Amrizal, S.Ag. menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Namorambe, penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dikemas dalam sebuah acara seremonial resmi yang sangat khidmat.
Penghargaan luar biasa ini diberikan langsung oleh Kepala KUA sebagai bentuk penghormatan tinggi atas kesediaan para pengurus meluangkan waktu dan tenaga demi mengurus rumah Allah. Legalitas hukum ini menjadi bekal kuat agar mereka dapat melangkah dengan pasti tanpa ragu.
Ketika namanya dipanggil ke depan, para pengurus melangkah dengan dada berdegup kencang. Ada rasa tanggung jawab besar yang kini tersemat di pundak mereka, membuat suasana hening seketika diselimuti rasa haru yang mendalam.
“Kepengurusan yang telah dilantik hari ini merupakan kepengurusan yang sah secara hukum,” tegas Kepala KUA Namorambe, Amrizal, S.Ag., dengan suara bergetar penuh wibawa saat memberikan sambutan.
“Saya berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta berkomitmen memakmurkan Musholla Ar-Ridho melalui berbagai kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Menjadikan Amanah sebagai Ladang Ibadah
Ketua BKM Ar-Ridho, M. Faisal MYS, M.H., berdiri di mimbar dengan tatapan penuh ketulusan. Di hadapan para jamaah dan pengurus, ia mengingatkan kembali esensi dari perjuangan ini. Baginya, tugas ini bukanlah beban, melainkan sebuah hadiah dan kesempatan emas untuk menabung pahala akhirat.
Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mengesampingkan ego pribadi dan mengedepankan semangat gotong royong demi kenyamanan jamaah beribadah.
“Memakmurkan musholla bukan hanya menjadi tugas ketua, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh pengurus dan masyarakat,” ucap Faisal dengan penuh penekanan. “Mari kita bersinergi menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas ibadah, pendidikan agama, serta mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim).”
Sinergi Hangat Lintas Desa
Sinergi keagamaan antardesa turut mewarnai kehangatan acara siang itu. Kehadiran Misdi, perwakilan dari BKM Masjid Insaniah Desa Batu Rejo yang juga merupakan Kepala Desa Batu Rejo terpilih, memberikan angin segar bagi masa depan dakwah di wilayah tersebut.
Dengan ramah, Misdi mengajak BKM Ar-Ridho dan BKM Insaniah untuk saling bergandengan tangan, meskipun mereka berada di dua desa yang bertetangga. Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah untuk saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan saling mendukung demi kemajuan tempat ibadah masing-masing.
Suasana pelantikan yang berjalan tertib dan penuh keakraban ini dipandu secara apik oleh Kayla, seorang pembawa acara (host) profesional yang datang langsung dari Kota Medan. Sentuhan bicaranya yang hangat membuat semua hadirin merasa seperti satu keluarga besar yang sedang merayakan kebaikan.
Ditutup dengan Syukur dan Doa
Rasa syukur yang mendalam akhirnya memuncak saat acara seremonial selesai. Seluruh undangan dan pengurus yang hadir berkumpul melingkar untuk menikmati makan siang bersama dengan menu sederhana yang penuh nikmat kebersamaan.
Tak lama setelah itu, suara azan Zuhur berkumandang merdu dari pengeras suara Musholla Ar-Ridho. Pertemuan bersejarah ini pun ditutup dengan pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah. Di dalam sujud yang khusyuk, terselip doa agar pengurus baru ini diberi kekuatan untuk memperkuat syiar Islam dan membina kehidupan beragama masyarakat Desa Timbang Lawan dan sekitarnya. (Ahmad)




