Medan, AuraIndonesia | Kemala Run 2026 terasa hidup sejak langkah pertama para pelari menjejakkan kaki di Lapangan Belakang Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (25/3). Udara pagi yang segar bercampur semangat ratusan peserta, menciptakan suasana penuh energi dan kebersamaan.
Kemala Run 2026 bukan sekadar agenda olahraga. Kegiatan bertajuk “Road to Kemala Run 2026” yang digelar Polda Sumatera Utara ini menjadi pembuka menuju ajang lari internasional yang akan berlangsung di Gianyar, Bali, pada April mendatang.
Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, hadir langsung bersama Wakapolda dan jajaran Pejabat Utama Polda Sumut. Kehadiran mereka bukan hanya formalitas. Mereka turun langsung, berbaur, dan memberi semangat di tengah lintasan, memperlihatkan kedekatan dengan peserta.
Di sisi lain, Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Mona Whisnu Hermawan bersama pengurus turut memberikan dukungan penuh. Kehadiran Bhayangkari menambah warna hangat dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendampingi, tetapi ikut merasakan denyut semangat yang sama dengan para pelari.

Kemala Run 2026 membawa pesan yang lebih dalam. Dalam arahannya, Kapolda Sumut menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ajakan nyata untuk menjaga pola hidup sehat. Lebih dari itu, olahraga menjadi sarana mempererat soliditas antara personel Polri dan masyarakat.
Ketua Bhayangkari Daerah Sumut juga menekankan sisi kemanusiaan dari ajang ini. Kemala Run 2026 mengusung konsep charity run. Dana yang terkumpul dari peserta akan disalurkan untuk membantu pemulihan korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Di sinilah olahraga bertemu dengan empati.
Suasana di lapangan terasa meriah. Tawa, napas yang terengah, dan langkah kaki yang terus bergerak menjadi satu irama. Para peserta, baik dari unsur Polri maupun komunitas lari, menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti rute yang telah disiapkan panitia.
Kehadiran pimpinan di tengah lintasan memberi dorongan tersendiri. Setiap langkah terasa lebih ringan, setiap kilometer terasa lebih bermakna. Bukan hanya soal mencapai garis akhir, tetapi tentang kebersamaan dan tujuan yang lebih besar.
Selain lari bersama, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kategori lomba yang akan digelar. Mulai dari 5K, 10K, hingga Half Marathon (21K), semua dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan pelari.
Kemala Run 2026 ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 peserta. Angka ini menunjukkan besarnya animo masyarakat sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia tahun ini.
Dari Medan, semangat itu telah dinyalakan. Langkah-langkah kecil di lintasan ini menjadi awal dari gerakan besar—gerakan untuk sehat, untuk kebersamaan, dan untuk kemanusiaan. (Tim)




