Medan, AuraIndonesia | Lapas Kelas I Medan kembali menjadi sorotan. Pada hari Rabu (13/5/2026), suasana di dalam lembaga pemasyarakatan ini terasa berbeda, membawa secercah harapan baru bagi seluruh penghuni dan petugas di dalamnya.
Kehadiran Anggota DPR RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menjadi pusat perhatian hari itu. Langkah beliau menyusuri lorong-lorong lapas membawa pesan kepedulian yang nyata.
Di Lapas Kelas I Medan ini, rombongan wakil rakyat tersebut menjalankan Program Pengawasan Mitra DPR RI. Tujuannya sangat mulia, yaitu melihat langsung bagaimana kondisi sebenarnya dan memastikan fungsi pemasyarakatan di Sumatera Utara berjalan dengan baik.
Suasana hangat dan penuh empati langsung terasa saat rombongan berkeliling. Mereka meninjau berbagai sarana yang digunakan sehari-hari oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan.
Tidak sekadar melihat bangunan fisik, rombongan juga mengamati langsung program pembinaan kemandirian. Ada perhatian tulus saat mereka memastikan bagaimana pelayanan dan kondisi lingkungan diberikan kepada mereka yang sedang dibina.
Pertemuan hari itu berjalan dengan sangat jujur dan terbuka. Komunikasi yang terjalin antara petugas pemasyarakatan dan rombongan DPR RI terasa mengalir hangat tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Bagi Lapas Kelas I Medan, keterbukaan ini adalah bentuk dukungan yang luar biasa. Dukungan moral dari dewan ini sangat penting untuk terus memacu peningkatan kualitas pelayanan di dalam jeruji besi.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Bapak Fonika Affandi, menyambut kedatangan ini dengan penuh rasa haru dan bangga. Beliau menyampaikan apresiasi yang sangat besar atas perhatian khusus yang diberikan oleh Anggota DPR RI Komisi XIII.
Bapak Fonika menyebut momen ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Menurutnya, ini adalah sebuah momentum penting untuk mempererat kerja sama dan saling mendukung.
Harapannya sudah sangat jelas dan menyentuh hati. Semua pihak ingin memastikan setiap program pembinaan dan pelayanan berjalan dengan cara yang lebih manusiawi (humanis) dan terus berlanjut demi masa depan warga binaan.
Kini, janji untuk menjadi lebih baik semakin dikuatkan. Seluruh jajaran petugas berkomitmen untuk terus melayani dan mendidik para warga binaan secara profesional, dapat dipercaya (akuntabel), dan tentunya dengan sentuhan rasa kemanusiaan. (NZ)




