BerandaDaerahOperasi Ketupat 2026: ‘Pesawat Tempur’ Polrestabes Medan Ringkus 184 Tersangka, Lingkaran Setan...

Operasi Ketupat 2026: ‘Pesawat Tempur’ Polrestabes Medan Ringkus 184 Tersangka, Lingkaran Setan Kejahatan Diputus

Medan, AuraIndonesia | Operasi Ketupat Toba 2026 menjadi momen tegas bagi Polrestabes Medan dalam memerangi kejahatan. Selama 16 hari pelaksanaan, sejak 13 hingga 29 Maret 2026, aparat kepolisian bergerak cepat dan terukur. Hasilnya, sebanyak 184 tersangka berhasil diamankan dari 119 kasus kejahatan di wilayah Medan dan sekitarnya.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. Ia menyebut kejahatan seperti narkoba dan perjudian sebagai lingkaran yang saling terkait dan harus dihentikan.

“Sabu, judi dan kejahatan lainnya adalah lingkaran setan yang harus kami putus. Itu komitmen kami,” tegasnya.

Pengungkapan Kasus Naik 24 Persen, Bukti Keseriusan Penegakan Hukum

Operasi ini mencatat peningkatan signifikan. Pengungkapan kasus naik hingga 24 persen dibanding sebelumnya. Dari total 119 kasus yang berhasil diungkap, terdiri atas:

  • 23 kasus kejahatan jalanan
  • 35 kasus perjudian
  • 58 kasus narkoba
  • 3 kasus premanisme

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan:

  • 36 tersangka kejahatan jalanan
  • 64 tersangka perjudian
  • 81 tersangka narkoba
  • 3 tersangka premanisme

Angka-angka ini bukan sekadar data. Di baliknya ada upaya panjang aparat dalam menelusuri jaringan kejahatan yang saling terhubung.

Operasi

Lingkaran Setan Kejahatan: Narkoba Jadi Akar Masalah

Polrestabes Medan menaruh perhatian besar pada empat jenis kejahatan utama: narkoba, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan premanisme. Dari semua itu, narkoba disebut sebagai sumber utama yang memicu kejahatan lain.

Dalam operasi ini, polisi juga berhasil mengungkap 11 kasus prioritas yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa laporan masyarakat dan perhatian publik turut mendorong percepatan penanganan kasus.

Peta Kejahatan: Wilayah Rawan Mulai Terpetakan

Dari hasil operasi, aparat juga memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi:

  • Curas tertinggi di wilayah Polsek Medan Baru
  • Curat terbanyak di wilayah Polsek Medan Area
  • Curanmor, judi, premanisme, dan narkoba dominan di wilayah Percut Seituan (Polsek Medan Tembung)
BACA JUGA  Tinjau Sungai Batu Gaga dan Korban Banjir Bandang Parapat, Bobby Nasution Percepat Pembangunan Bronjong

Pemetaan ini menjadi dasar penting untuk langkah pencegahan dan penindakan berikutnya.

Pengungkapan Besar: 52 Kg Sabu Diduga dari Thailand

Di tengah operasi, Satres Narkoba Polrestabes Medan juga mencatat pengungkapan besar. Dipimpin Kasat Narkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha, tim berhasil menyita 2 kilogram sabu di kawasan Setia Budi, Medan.

Pengembangan kasus membawa hasil lebih besar. Polisi kembali menemukan 50 kilogram sabu dari jaringan di Aceh Utara. Dua kurir ditangkap saat membawa karung berisi narkoba.

Para kurir mengaku tergiur upah sebesar Rp600 juta. Mereka juga mengaku sudah tiga kali melakukan pengiriman. Rencananya, sabu tersebut akan diedarkan ke berbagai wilayah di Pulau Sumatera.

Sinergi Penegak Hukum Perkuat Operasi

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar, Kepala BNNK Deliserdang Kombes Pol Joshua Tampubolon, serta Kabid Berantas dan Intelijen BNNP Sumut Kombes Pol Charles P Sinaga.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi kerja bersama lintas lembaga.

Komitmen yang Terus Dijaga

Operasi Ketupat Toba 2026 bukan sekadar agenda tahunan. Bagi Polrestabes Medan, ini adalah bukti nyata komitmen memutus mata rantai kejahatan.

Di balik angka ratusan tersangka, ada harapan besar: kota yang lebih aman, masyarakat yang lebih tenang, dan masa depan yang terbebas dari bayang-bayang narkoba serta kejahatan jalanan. (Tim)

Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini