Medan, AuraIndonesia | Toga Aritonang berduka. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Punguan Toga Aritonang di seluruh Indonesia setelah Irjen Pol (Purn) Drs Edward Aritonang MM berpulang pada Kamis (12/3/2026). Mantan Kepala Divisi Humas Polri itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina sekitar pukul 10.41 WIB dalam usia 72 tahun.
Kepergian tokoh kepolisian yang dikenal luas itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenalnya. Sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri kepada negara ini dikenal tidak hanya sebagai perwira tinggi Polri, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan keluarga besar marga Aritonang.
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di Komplek Perumahan Raffles Hills, Cibubur, Jawa Barat. Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 14 Maret 2026.
Ketua DPD Toga Aritonang Sumatera Utara, Ir Kompi Aritonang, didampingi Maha Rajagukguk, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh yang selama ini dikenal memiliki dedikasi tinggi.
Menurut Kompi Aritonang, semasa hidupnya Edward Aritonang dikenal sebagai pribadi yang penuh pengabdian kepada negara serta memiliki kepedulian besar terhadap keluarga besar Toga Aritonang dan masyarakat Sumatera Utara.
“Atas nama DPD Toga Aritonang Sumatera Utara kami menyampaikan turut belasungkawa. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan tempat terbaik di sisi-Nya serta menguatkan dan menghibur seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kompi Aritonang kepada wartawan, Kamis malam.
Duka keluarga semakin terasa karena almarhum meninggalkan orang-orang terdekat yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya. Edward Aritonang meninggalkan seorang istri, dua orang anak yakni Roberth Hasian Aritonang dan Ronaldo Goglas Aritonang, serta dua cucu, Arga Noah Shalom Aritonang dan Mireya Namora Aritonang.
Di lingkungan Korps Bhayangkara, nama Edward Aritonang dikenal luas sebagai perwira tinggi yang pernah mengemban berbagai jabatan penting. Selama berkarier di Polri, ia pernah menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur, Kapolda Jawa Tengah, Kepala Divisi Humas Polri, hingga posisi terakhir sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri.
Pria kelahiran Rantau Prapat, 28 September 1953, itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1977. Dalam perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun tetap dekat dengan masyarakat.
Maha Rajagukguk menambahkan, selama aktif bertugas Edward Aritonang meninggalkan banyak jejak pengabdian. Salah satu yang paling dikenal publik adalah perannya sebagai figur yang menjadi juru bicara dalam investigasi Bom Bali, sebuah peristiwa besar yang pernah mengguncang Indonesia.
Meski lahir di Rantau Prapat, Edward Aritonang juga sangat dikenal di kampung leluhurnya Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Kedekatannya dengan masyarakat kampung halaman membuat namanya tetap dikenang di tengah keluarga besar marga Aritonang.
Selain berkiprah di institusi Polri, almarhum juga dikenal aktif dalam organisasi kekerabatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Toga Aritonang Sedunia, sebuah peran yang mempererat hubungan keluarga besar marga Aritonang di berbagai daerah.
Kini, kepergian Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang meninggalkan kenangan panjang tentang pengabdian, keteladanan, dan dedikasi kepada negara serta keluarga besar yang dicintainya. Bagi banyak orang yang mengenalnya, sosoknya akan selalu dikenang sebagai jenderal yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan masyarakat. (MR)




