Binjai, AuraIndonesia | Internet gratis Bobby Nasution kini benar-benar terasa manfaatnya bagi warga Kota Binjai. Di tengah aktivitas masyarakat di Lapangan Merdeka Binjai, sinyal WiFi gratis menjadi jembatan baru yang menghubungkan warga dengan dunia digital.
Internet gratis Bobby Nasution bukan sekadar fasilitas teknologi. Bagi banyak warga, layanan ini menghadirkan kemudahan, harapan, bahkan rasa haru. Mahasiswa, pelajar, hingga pekerja yang beraktivitas di ruang publik kini bisa mengakses informasi, belajar, dan berkomunikasi tanpa khawatir kehabisan kuota.
Program ini diluncurkan oleh Bobby Nasution sebagai bagian dari enam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Salah satunya adalah program digitalisasi pelayanan publik bertajuk CERDAS (Cepat Responsif, Handal, dan Solutif).
Peluncuran program berlangsung serentak pada Minggu, 1 Maret 2026 di delapan kota di Sumatera Utara dengan dukungan 49 titik access point. Layanan internet gratis ini difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara sebagai upaya mempercepat digitalisasi pelayanan publik.
Pemerintah menargetkan jaringan internet gratis tersebut akan diperluas hingga menjangkau seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada tahun 2029.
Mahasiswa Terbantu, Bisa Kerjakan Tugas di Ruang Terbuka
Internet gratis Bobby Nasution langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa di Kota Binjai. Salah satunya adalah Zoya, mahasiswa yang sering menghabiskan waktu di Lapangan Merdeka.

Sambil duduk santai di bangku taman, Zoya membuka tugas kuliahnya melalui ponsel.
“Program ini bagus sekali karena membantu saya bisa melihat-lihat tugas kuliah sambil duduk-duduk di Lapangan ini,” kata Zoya, Jumat (13/3/2026).
Meski sudah merasakan manfaatnya, Zoya berharap layanan ini dapat diperluas.
Ia berharap titik internet gratis tidak hanya tersedia di satu lokasi dan kualitas jaringan tetap stabil agar bisa digunakan lebih banyak masyarakat.
Pengemudi Becak Gunakan WiFi Gratis Sambil Menunggu Penumpang
Di sudut lain Lapangan Merdeka, seorang pengemudi becak bermotor tampak serius menatap layar ponselnya.
Edi Hermansyah memanfaatkan internet gratis tersebut untuk menonton video dan berkomunikasi saat menunggu penumpang.
“Sudah saya pakai internetnya, ini saya lagi buka YouTube menggunakan internet gratis,” ujar Edi.
Bagi Edi, fasilitas ini memberi manfaat sederhana namun nyata. Waktu menunggu penumpang kini tidak terasa lama karena ia bisa mengakses internet.
“Terima kasih Pak Gubernur, ini bermanfaat sekali bagi kami. Sambil menunggu penumpang bisa mengakses internet juga bisa menelepon,” katanya.
Menurut Edi, Lapangan Merdeka biasanya sangat ramai pada akhir pekan. Karena itu, kehadiran internet gratis semakin membuat lokasi tersebut menjadi tempat berkumpul warga.
Petugas Kebersihan Terkejut Internet Gratis Mudah Digunakan
Cerita lain datang dari Husna, petugas kebersihan yang bekerja setiap hari di Lapangan Merdeka.
Awalnya ia tidak mengetahui adanya layanan internet gratis tersebut. Namun sebuah spanduk dengan kode barcode menarik perhatiannya.
Rasa penasaran membuatnya mencoba mengakses jaringan itu.
“Ternyata mudah sekali. Cukup masukkan kodenya, lalu isi nama dan email, langsung bisa menggunakan internet gratis,” kata Husna sambil tersenyum.
Bagi Husna, fasilitas ini membantu pekerjaannya. Ia bisa mencari informasi dan berkomunikasi lebih mudah saat berada di lokasi kerja.
“Terima kasih Pak Bobby sudah menyediakan fasilitas ini. Kok tidak dari dulu,” ujarnya dengan nada gembira.
Pelajar Bisa Belajar Tanpa Khawatir Kehabisan Kuota
Internet gratis Bobby Nasution juga menjadi kabar baik bagi para pelajar. Beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Swasta Al-Washliyah Binjai mengaku sering memanfaatkan WiFi gratis di Lapangan Merdeka.
Salah seorang pelajar bernama Siti mengatakan proses mengakses internet sangat mudah.
“Tinggal klik jaringan WiFi yang tersedia, nanti muncul Kominfo. Setelah itu masukkan nama dan email, langsung terhubung dengan internet gratis,” kata Siti.
Pelajar lain, Rahmah dan Ummi, juga merasakan manfaat besar dari layanan tersebut.
Menurut mereka, internet gratis sangat membantu ketika tidak memiliki kuota.
“Kalau tidak punya kuota internet, kami bisa menggunakan internet gratis ini untuk belajar atau menghubungi orang tua,” kata mereka.
Lapangan Merdeka Binjai Kini Jadi Ruang Belajar Digital
Kini Lapangan Merdeka Binjai tidak hanya menjadi tempat rekreasi warga. Ruang publik itu perlahan berubah menjadi titik akses digital bagi masyarakat.
Di bawah pepohonan, mahasiswa mengerjakan tugas. Di bangku taman, pelajar mencari bahan pelajaran. Di pinggir jalan, pengemudi becak menonton video sambil menunggu penumpang.
Semua terhubung oleh satu hal yang sama: internet gratis yang membuka akses informasi bagi siapa saja.
Bagi warga Kota Binjai, program ini bukan sekadar jaringan WiFi. Ia menjadi simbol bahwa ruang publik kini juga bisa menjadi ruang belajar, bekerja, dan terhubung dengan dunia. (H12/Diskominfo Sumut)




