Medan, AuraIndonesia | Kekompakan menjadi pesan utama yang ditekankan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menerima kunjungan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil). Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (19/3/2026).
Dalam suasana hangat namun penuh makna, Bobby berbicara langsung kepada para calon pemimpin masa depan itu. Ia tidak hanya menyampaikan arahan, tetapi juga membagikan pengalaman nyata dalam menghadapi situasi sulit di daerah.
Kekompakan, kata Bobby, bukan sekadar slogan. Ia adalah kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan, terutama saat kondisi darurat. Pesan ini disampaikan dengan merujuk pada pengalaman penanganan bencana di Sumatera Utara pada tahun lalu.
Saat bencana melanda, seluruh unsur bergerak cepat. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bekerja bersama tanpa sekat. Setiap pihak mengambil peran masing-masing, namun tetap dalam satu tujuan yang sama: menyelamatkan masyarakat.
Bobby menceritakan, dirinya bersama TNI Angkatan Udara harus menembus wilayah terdampak melalui jalur udara. Upaya itu dilakukan demi menjangkau daerah yang terisolasi akibat bencana.
Di Tapanuli Tengah, langkah cepat juga dilakukan. Bandara yang sempat lumpuh akibat banjir berhasil diaktifkan kembali. Sementara itu, unsur Forkopimda lainnya bergerak di titik berbeda untuk mempercepat penanganan.
“Seperti bencana kemarin, Alhamdulillah penanganan awal di Sumut disampaikan merupakan yang cukup baik, penanganannya baik karena seluruh Forkopimdanya kompak,” ujar Bobby.
Kekompakan, lanjutnya, juga menjadi dasar dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menegaskan bahwa gubernur bukanlah sosok yang bekerja sendiri.
Menurut Bobby, tidak ada satu instansi pun yang bisa disebut paling kuat atau “superpower” di daerah. Semua persoalan masyarakat harus diselesaikan bersama.
“Roda pemerintahan ini berjalan kuncinya hanya satu, kompak, tidak ada instansi yang superpower di daerah, persoalan masyarakat tidak bisa dikerjakan sendiri,” katanya.
Bagi para taruna, pertemuan ini menjadi momen berharga. Mereka tidak hanya mendengar teori kepemimpinan, tetapi juga belajar dari pengalaman langsung seorang kepala daerah.
Salah satu taruna Akpol, Satrio, mengaku bersyukur bisa bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara. Ia menyebut kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan arahan yang akan menjadi bekal di masa depan.
“Pak Gubernur sebagai pemimpin tertinggi di Sumut, kami ingin tahu bagaimana memimpin provinsi, sebagai bekal kami di masa depan,” ujar Satrio.
Kekompakan yang ditekankan dalam pertemuan itu menjadi pesan sederhana, namun kuat. Sebuah nilai yang diharapkan melekat dalam diri para taruna, saat kelak mereka memimpin dan menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat. (Diskominfo Sumut)




