Medan, AuraIndonesia | Bobby Nasution menatap hamparan hijau Lapangan Kebun Bunga dengan serius. Di bawah terik matahari, ia tidak sekadar berkunjung. Ia datang untuk memastikan lapangan kebanggaan warga ini benar-benar layak, aman, dan memenuhi standar kualitas.
Selasa (31/3/2026), Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution turun langsung ke Lapangan Kebun Bunga di Jalan Candi Borobudur, Medan. Peninjauan ini menjadi momen penting untuk melihat kondisi nyata fasilitas olahraga yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Di tengah lapangan, Bobby Nasution berdiri berdampingan dengan Wali Kota Medan Rico Waas. Keduanya terlibat diskusi serius. Sorotan utama mereka tertuju pada kondisi rumput dan area teknis lapangan sepak bola yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar.
Lapangan Kebun Bunga menjadi perhatian karena fungsinya yang vital sebagai ruang pembinaan atlet. Namun, di balik hijaunya rumput, masih tersimpan persoalan yang tidak bisa diabaikan.
Dengan nada tegas, Bobby meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Ia menyoroti detail yang terlihat kecil, tetapi berdampak besar bagi keselamatan pemain.
“Saya minta lapangan ini diperbaiki dengan benar, terutama terkait penimbunan pasir. Pastikan tidak ada lagi batu-batu kecil di area lapangan karena itu sangat berisiko bagi pemain,” ujarnya.
Permintaan itu bukan sekadar imbauan. Bobby menekankan bahwa proses rehabilitasi harus dilakukan secara profesional. Tidak boleh ada pekerjaan yang asal jadi. Semua harus sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah disepakati.
Di sisi lain, Rico Waas mengakui kondisi lapangan memang masih dalam tahap perawatan. Ia tidak menutup adanya kekurangan yang masih harus diperbaiki.
“Saat ini masih dalam masa perawatan. Kami akan terus melakukan perbaikan karena ditemukan kondisi tanah yang masih bergelombang di beberapa bagian lapangan,” kata Rico.
Lapangan Kebun Bunga kini berada dalam proses pembenahan bertahap. Pemerintah Kota Medan berkomitmen meratakan kontur tanah dan memastikan kualitas rumput tumbuh optimal sesuai standar lapangan sepak bola modern.
Harapannya sederhana, namun penting. Lapangan ini harus kembali menjadi ruang aman bagi atlet, tempat tumbuhnya mimpi, dan pusat pengembangan bakat olahraga di Kota Medan.
Di balik instruksi tegas dan evaluasi teknis itu, tersimpan harapan besar: menghadirkan lapangan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman dan layak bagi setiap langkah pemain yang menginjaknya. (RL)




