Deli Serdang, AuraIndonesia | Suasana UPT SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mendadak khidmat pada Sabtu (6/6). Puluhan guru berkumpul dengan tatapan penuh harap. Ada gurat lelah di wajah mereka, namun semangat belajar mereka tidak pudar. Hari itu, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LPPM Universitas Negeri Medan (Unimed) hadir membawa secercah harapan baru. Mereka datang untuk melatih para guru mengimplementasikan sistem pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis Kurikulum Nasional.
Pembelajaran mendalam Unimed ini dirancang untuk menyentuh hati para pendidik. Koordinator Pengawas pendamping Pendidikan SMP Kabupaten Deli Serdang, Bambang Sumantri, S.Pd., M.Si., membuka acara dengan nada suara yang bergetar penuh emosi. Ia menyampaikan betapa pentingnya kehadiran Unimed bagi kemajuan sekolah-sekolah di wilayahnya.
“Kami sangat berharap kegiatan pelatihan seperti ini dapat diintensifkan di sekolah-sekolah lain sehingga akan berdampak pada kualitas lulusan siswa,” ujar Bambang Sumantri dengan penuh harap, menutup sambutannya yang menyentuh hati.
Sentuhan Teknologi dan Pengabdian Tanpa Batas
Pembelajaran mendalam Unimed menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd. Guru besar Pendidikan Matematika Unimed sekaligus penyusun buku Kurikulum 2013 (K-13) ini memberikan paparan yang membuka mata para guru. Dengan lembut namun tegas, ia mengingatkan bahwa guru yang benar adalah pendidik yang mampu memuliakan siswa dan membangun kedekatan emosional melalui proses belajar.

Prof. Bornok juga menyoroti pentingnya teknologi digital di masa kini. Beliau memberikan solusi menyentuh bagi para guru senior yang mungkin merasa kesulitan menghadapi era modern. Guru senior tidak perlu merasa minder atau sendirian, sebab mereka bisa saling merangkul dan berkolaborasi dengan guru-guru muda yang lebih menguasai teknologi pendidikan.
Sebagai contoh nyata, saat guru ingin menunjukkan sebuah fenomena alam yang jauh dan tidak bisa dikunjungi langsung, teknologi hadir sebagai jembatan. Guru dapat menampilkan foto, video, atau visual lainnya di depan kelas untuk menghidupkan suasana belajar.
Melalui pelatihan ini, guru-guru dibimbing untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak kaku. RPP tersebut harus mampu memfasilitasi siswa agar bisa merasakan empat pengalaman batin yang mendalam, yaitu:
- Memahami materi dengan baik.
- Mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan.
- Merefleksikan apa yang telah dipelajari.
- Memuliakan sesama manusia dan lingkungan.
Guru Adalah Jantung Kurikulum
Pembelajaran mendalam Unimed menegaskan sebuah pesan penting: guru tidak perlu takut atau alergi terhadap perubahan kurikulum. Prof. Bornok mengingatkan bahwa esensi atau inti dari kurikulum itu adalah diri guru itu sendiri. Guru memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan cara mengajar yang sesuai dengan kondisi sekolah dan karakter unik anak didik mereka. Tantangan besar saat ini adalah membentuk siswa yang mampu berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills – HOTs), dan hal itu hanya bisa dicapai lewat ketulusan peran seorang guru.
Pendampingan Setulus Hati yang Berkelanjutan
Pembelajaran mendalam Unimed bukan sekadar pelatihan formalitas yang selesai dalam sehari. Panitia kegiatan, Dr. Juniastel Rajagukguk, M.Si., menjelaskan bahwa pengabdian ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Sebelum pelatihan dimulai, tim Unimed telah memeriksa dengan teliti perangkat pembelajaran yang dibuat oleh guru. Setelah pelatihan ini, para guru diminta memperbaiki perangkat tersebut agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata murid di kelas.
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan, Kusnardi, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan terima kasihnya. Kehadiran tim PKM Unimed yang dipimpin Prof. Bornok dinilai sebagai anugerah besar bagi sekolahnya. Ia menyatakan bahwa status sekolah unggulan yang disandang SMPN 4 Percut Sei Tuan saat ini adalah buah manis dari kemitraan yang erat bersama perguruan tinggi seperti Unimed. Acara mulia ini juga dihadiri langsung oleh perwakilan LPPM Unimed, Saut M Hutapea, S.Pd., yang ikut mengawal jalannya perubahan besar bagi dunia pendidikan di Deli Serdang. (Red)




