BerandaBUMNBTN Salurkan 6 Juta KPR, Harapan Nyata Wujudkan Rumah Impian

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Harapan Nyata Wujudkan Rumah Impian

Medan, AuraIndonesia | BTN salurkan 6 juta KPR bukan sekadar angka. Ini adalah cerita tentang jutaan keluarga Indonesia yang akhirnya memiliki tempat pulang. Tempat yang memberi rasa aman, harapan, dan kehidupan yang lebih layak.

BTN salurkan 6 juta KPR sejak 1976 hingga awal April 2026 dengan total nilai mencapai Rp530 triliun. Angka besar ini mewakili perubahan nyata. Jika satu rumah dihuni empat orang, maka sekitar 24 juta orang kini hidup di rumah yang layak huni.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan capaian ini tidak berdiri sendiri. Ada peran kuat pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Dukungan itu menjadikan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional.

“Keberpihakan pemerintah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Nixon dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4).

BTN salurkan 6 juta KPR juga membawa dampak luas bagi ekonomi. Sektor perumahan bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang kehidupan banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Industri ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dari pengembang hingga tukang, semua bergerak bersama. Bahkan, sekitar 90% bahan bangunan berasal dari produk lokal. Setiap rumah yang terbangun juga menyumbang pendapatan negara melalui pajak.

Nixon menjelaskan, sektor ini mampu membuka peluang kerja bagi 12,5 juta orang. Bahkan, setiap tambahan investasi Rp1 triliun dapat menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja baru.

Di balik dampak sosial itu, kinerja BTN juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga kuartal I/2026, penyaluran kredit mencapai Rp400,63 triliun, naik 10,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

BTN salurkan 6 juta KPR dengan rincian yang terus berkembang. Untuk KPR Subsidi, kredit mencapai Rp193,55 triliun atau tumbuh 7,7% secara tahunan. Sementara KPR Non-Subsidi mencapai Rp112,56 triliun, meningkat 5,4%.

BACA JUGA  Dirut BTN: Aset BTN Bakal Tembus Rp 500 Triliun Pada 2025

Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp422,63 triliun atau naik 9,9%. Dana murah atau CASA juga meningkat menjadi Rp212,11 triliun, setara 50,2% dari total DPK.

Efisiensi juga terlihat dari penurunan cost of fund menjadi 3,0%, lebih baik dibandingkan 4,0% pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini turut mendorong total aset BTN naik 10,5% menjadi Rp517,54 triliun.

Semua capaian tersebut bermuara pada peningkatan laba bersih. Per kuartal I/2026, BTN mencatat laba sebesar Rp1,1 triliun, tumbuh 22,6% dibandingkan Rp904 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurut Nixon, dukungan dari Danantara Indonesia dan BP BUMN turut memperkuat langkah BTN. Perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjalankan peran sebagai penggerak pembiayaan perumahan nasional.

Di sisi lain, transformasi digital juga menunjukkan hasil nyata. Pengguna aplikasi bale by BTN melonjak 67,5% menjadi 4 juta pengguna dari sebelumnya 2,4 juta.

Pertumbuhan ini diikuti kenaikan rata-rata saldo tabungan sebesar 18%, jumlah transaksi 8,1%, dan nilai transaksi 48,2% secara tahunan.

Salah satu pendorong peningkatan tersebut adalah ajang BTN Jakarta International Marathon 2026. Kegiatan ini memperluas keterlibatan masyarakat dan memperkuat posisi BTN sebagai bank yang dekat dengan gaya hidup nasabah.

BTN optimistis jumlah pengguna bale by BTN akan mencapai 5 juta hingga akhir tahun ini.

BTN salurkan 6 juta KPR pada akhirnya bukan hanya soal bisnis atau angka pertumbuhan. Ini adalah tentang rumah sebagai awal kehidupan yang lebih baik. Tentang keluarga yang kini memiliki tempat untuk bermimpi, tumbuh, dan membangun masa depan. (NZ)

Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini